Skip to main content

Posts

Warnaku Hilang.

Oleh. S. F. Asqar Hilang sudah merahku Sedangkan kuning sudah lama memudar Hijau yang kemarin gemilang kini kusam Entah kemana biru Jingga tak tahu tersimpan dalam saku baju yang mana Sekarang cuma ada hitam Dan putih Itu pun mulai kelabu.

Tentang Sebuah Negeri

photos courtesy of Nyak Yus Oleh: Lugedanatrifari Berada di ketinggian 200-2.600 m diatas permukaan laut, satu keunggulan bagi negeri ini. Ditanahnya tumbuhan dan hewan seolah menemukan surganya. Subur tanahnya, melimpah airnya, hijau alamnya. Seperti nama lain negeri ini, serpihan tanah surga. Gambaran kehidupan tanpa rasa lapar, kekeringan, gersang, dan kemiskinan. Jikapun kehidupan itu terselip ditanah ini, saya rasa bukan karena perhitungan tuhan melainkan nafsu dan rasa syukur yang mungkin kurang dari penghuninya. Ada juga yang menyebutnya negeri antara. Gambaran dari sebuah daerah yang dulunya diragukan eksistensinya, apakah bagian dari suku aceh atau suku yang bertolak belakang dengannya. Namun, tanoh gayo berada ditengah-tengah wilayah Aceh. Untuk nama lainnya ia disebut-sebut sebagai negeri diatas awan. Sebelum matahari benar-benar memancarkan cahaya secara maksimal, pemukiman penduduk akan terlihat berselimut kabut. Suasana pagi yang lazim ditanah ini, saat awan m...

Kenduri Sastra 4

Image courtesy of Rasnadi Nasry Minggu, 31 Januari 2016. Tiga komunitas kepenulisan di Dataran Tinggi Gayo; Garis Tepi (Bener Meriah), Kompak (Takengon), dan FLP Takengon (Takengon), menggelar Kenduri Sastra 4. Kegiatan yang sering disebut dengan nama Kensas ini adalah kegiatan rutin yang diluncurkan sebagai bentuk kepedulian dan usaha untuk mengembangkan minat baca tulis di wilayah Dataran Tinggi Gayo (Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues.)

Musim Semi Di FLP Takengon

Musim Semi. Gambaran yang sepertinya cukup tepat mewakili rentetan peristiwa indah yang terjadi di FLP Takengon. Seperti musim semi, masa di antara empat musim, tempat ketika pucuk tunas baru bermunculan. Harapan dan impian disemai dan bersiap untuk tumbuh berkembang.

Antara Menulis Dan Membaca

Oleh. S. Fadhil Asqar Sungguh mesra hubungan antara menulis dan membaca. Seperti ombak dan pantai, serupa siang dan metari ataupun malam dan selimut gelapnya. Bagaikan kumbang dan bunga. Tak beda dengan kerbau dan kubangan. Mereka tak terpisahkan.

Kopi Rasa Bencana

Oleh. MVP Dana Trifari Bicara masalah kopi, hal yang mungkin tidak dinikmati Noyan. Wajahnya mulai datar ketika kata pertama ku lontarkan. Kopi. Tapi, seperti biasa tarik jiwanya hadirkan wujudnya maka Noyan adalah pendengar setia. Jarum jam menunjukkan angka 2, dengan jarum panjang setia di angka 7 menunggu detik untuk melanjutkan perjalanannya. Matahari pun entah kenapa mengurangi frekuensi cahaya kebumi. Hingga suasana teduh memungkinkan pandanganku tidak terhalang kilau cahaya. Menatap sejauh apapun mudah, tanpa harus susah memicingkan mata. Suasana seperti ini yang biasa ku manfaatkan untuk menarik momen-momen yang berceceran, sendiri dalam rangkulan alam tanoh gayo.

Salam Dari FLP Takengon

Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wabarakatuh. Salam, kawan. Dari kami, FLP Cabang Takengon. Ketika postingan ini di tulis, FLP Takengon baru berusia 4 jam 52 menit. Alhamdulillah, izin telah diberikan. Bermula sejak tahun kemarin, upaya mendirikan cabang dari salah satu organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia dimulai. Menggunakan nama Rintisan Komunitas Kepenulisan Takengon (RiKoKeTa), langkah-langkah kecil ini mulai ditapaki.